Monday, May 2, 2016

Kontrol h+15 (tidak jadi inseminasi)

Senin malam (2 Mei) kami datang kontrol kembali saat istri haid di hari ke-15, setelah di-USG terlihat hanya ada satu sel telur yang bertambah besar menjadi berukuran 17 mm, sedangkan dua yang lainnya tidak berkembang.

Kami memutuskan tidak melanjutkan rencana insem di siklus ini, jadi dokter hanya menyarankan kami berhubungan secara alami saja.

Dr. Caroline kembali meresepkan obat yang harus dikonsumsi istri untuk rencana insem di siklus berikutnya yaitu Genoclom 50 mg (15 tablet) dan Gonal-f (Pen) 300 IU sebanyak 2 buah.

Dosis Gonal-f ini ditambah dari yang sebelumnya 75 IU per hari selama 4 hari menjadi untuk 8 hari.

Selain itu dokter juga meminta istri untuk kembali tes lab (antara haid hari ke-2 sampai ke-5) untuk mengetahui kadar AMH dan CA-125 paska operasi LOD.

Jadwal yang akan dijalani istri saat haid nanti:
[h+2] minum Genoclom 3x sehari (selama 5 hari) & suntik Gonal-f 75 IU per hari (selama 8 hari)
[antara h+2 s/d h+5] tes lab ke Pramita
[h+10/11] kontrol kembali untuk di-USG ukuran sel telurnya

Bila dengan dosis Gonal-f 75 IU/hari selama 8 hari nanti sel telurnya berkembang bagus namun tetap belum berhasil hamil setelah insem, maka istri dapat melakukan insem lagi berikutnya dengan dosis yang sama.

Kami menanyakan tentang biaya bayi tabung dengan dr. Caroline sebesar Rp 60 juta sudah include semua termasuk obat & tindakan.

Total investasi = Rp 801,250
Biaya di rumah sakit:

Administrasi rawat jalan = Rp 35,000
Jasa dokter rawat jalan = Rp 350,000

USG transvaginal tanpa print = Rp 179,000
Disposible USG = Rp 1,300 
Penjualan resep farmasi rawat jalan (15 tablet Genoclom 50 mg) = Rp 235,950
 


Biaya di luar rumah sakit:
2 buah Gonal-f (Pen) 300 IU @ Rp 2,275,000 = Rp 4,550,000 (belum dibeli)

No comments:

Post a Comment