Saturday, November 12, 2016

IVF: Suntik Pregnyl oleh Home Care Yasmin (h+20)

Setelah pulang dari tindakan ET hari Rabu kemarin (9 Nov) istri diberikan beberapa jenis obat-obatan dan juga suntikan, yaitu suntikan Lovenox dan Pregnyl.

Untuk menyuntik Lovenox di perut yang dilakukan 1x sehari, istri sudah bisa melakukannya sendiri. Namun untuk suntik Pregnyl harus di daerah pantat karena larutan ini akan masuk melalui jaringan otot, jarumnya juga lebih panjang dan besar dari yang biasanya disuntikkan di perut. Untungnya Pregnyl hanya disuntikkan seminggu 2x yang jatuhnya pada hari Sabtu ini (12 Nov) dan Rabu besok (16 Nov) saat kontrol lagi ke Yasmin.

Karena saya maupun istri tidak bisa melakukannya sendiri jadi kami menggunakan layanan Home Care Yasmin yang meminta bantuan perawat datang ke rumah. Dari beberapa perawat yang tersedia, kami diminta menghubungi Mbak Dini karena lokasi rumahnya dia yang paling dekat dengan kami.

Sabtu malam jam 19 Mbak Dini sudah tiba di rumah kami, proses penyuntikan Pregnyl berlangsung cepat. Setelah itu kami banyak bertanya ke Mbak Dini seputar IVF yang sedang kami jalani.

Sewaktu tindakan OPU dan ET kemarin Mbak Dini tidak ikut menangani istri, namun dia sudah membaca riwayat tindakan istri kemarin jadi bisa memberi banyak masukan berarti.

Kami banyak dijelaskan tentang pengalaman pasutri lain yang IVF juga. Mbak Dini selalu memberikan semangat positif buat istri, bila memang embrio kami bagus dan kondisi istri baik insya Allah embrio itu bisa menempel kuat di rahim dan istri bisa hamil.

Namun bila Allah masih belum mengizinkan hamil, kemungkinan kondisi rahim atau kualitas embrionya yang kurang baik, jadi ketidakhamilan ini merupakan seleksi alam dengan sendirinya.

Lega rasanya mendengarkan penjelasan dari Mbak Dini, kami sudah berikhtiar (berusaha) dan kini kami bertawakal (berpasrah diri) untuk menerima jalan terbaik yang akan Allah berikan nanti.

Total investasi = Rp 200,000
Biaya Home Care Yasmin = Rp 200,000

Wednesday, November 9, 2016

IVF: Embryo Transfer (h+17)

Selasa siang ini (8 Nov) saya dan istri menerima sms dari admin Klinik Yasmin yang isinya:
" Siang bu ayu, ini dari klinik Yasmin. Tgl 9/11/16  jam 13 akan dilakukan tindakan ET ya bu. Mohon dtg 1 jam sblm tindakan, jgn pakai make up, parfum dan deodoran. Pipis terakhir 30 menit sblm tindakan lalu minum air putih lg 1/2 liter dan tahan pipis. Tidak usah puasa. Ibu mau dirawat pasca tindakan atau tdk? Thanks "

Senang sekali rasanya bahwa besok istri akan tindakan Embryo Transfer (ET). Kami berencana menginap setelah ET demi menjaga kestabilan fisik dan emosi istri. Sekedar info, di RSCM Kencana untuk kamar rawat inapnya hanya ada pilihan kelas VIP ke atas dengan tarif per malam mulai dari Rp 1,5 juta.

Sebagai persiapan setelah pulang dari ET nanti, kami telah menyiapkan kamar di lantai bawah yang dulu ditempati almarhum papi dan mami saya. Sebelumnya kami tidur di lantai atas, jadi istri nanti tidak perlu naik turun tangga lagi. Dan yang paling membuat kami betah karena toiletnya baru saja selesai kami renovasi hari ini, setelah dikerjakan seorang tukang selama 9 hari sebelumnya. Istri juga minta dipasangkan Indovision di TV dalam kamar supaya tidak bosan saat masa bed rest selama 2 minggu nanti.

Esoknya, Rabu jam 10 siang kami ditemani Mama istri berangkat menuju RSCM Kencana. Setibanya kami makan siang dulu sembari istri minum banyak air putih sebagai syarat sebelum tindakan.

Jam 13 siang kami menuju Klinik Yasmin di lantai 4. Mama menunggu di ruang tunggu, saya dan istri masuk ke dalam ruangan untuk membaca persetujuan penyimpanan embrio yang dibekukan.

persetujuan penyimpanan embrio (hal 1)
persetujuan penyimpanan embrio (hal 2)
persetujuan penyimpanan embrio (hal 3)

Lalu kami dijelaskan oleh dr. Gita melalui slide di komputer tentang kondisi embrio kami. Saat OPU diperoleh 13 ovum, lalu setelah diseleksi terpilih 11 ovum yang akan dibantu pembuahannya oleh sang embryologist dengan teknik intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI), sedangkan 2 ovum tidak di-ICSI karena kualitasnya kurang bagus.
11 oocyte yang di-ICSI
2 oocyte yang tidak di-ICSI
Ke-11 ovum tersebut dinamakan oocyte 1 sampai dengan oocyte 11, setelah di-ICSI namanya kini menjadi embrio 1 sampai dengan embrio 11. Perkembangannya dipantau terus oleh embryologist untuk melihat pembelahannya dari hari ke hari.

Hari pertama (Senin 7 Nov): masih belum terlihat jelas pembelahannya, embrio 11 terlihat paling besar ukurannya namun biasanya ini malah kurang bagus.
perkembangan embrio di hari pertama
Hari kedua (Selasa 8 Nov): sudah mulai terlihat jelas pembelahannya menjadi 4 bagian, namun embrio 2 dan embrio 11 masih belum membelah, jadi mereka berdua tereliminasi.
perkembangan embrio di hari kedua
Hari ketiga (Rabu 9 Nov): kini embrionya sudah membelah menjadi 8 bagian. Namun sayangnya pembelahan pada embrio 3 dan embrio 6 kurang bagus, terlihat dari ukuran pembelahannya yang tidak simetris.
perkembangan embrio di hari ketiga
Jadi embrio yang siap melanjutkan ke tahap berikutnya ada 7 embrio dengan kualitas 1 excellent (embrio 1) dan 6 embrio lainnya berkualitas good. Dengan pertimbangan dokter melihat riwayat kondisi istri maka embrio yang akan ditempatkan ke dalam rahim istri ada 2 yaitu embrio 1 (excellent) dan embrio 8 (good). Sedangkan 5 embrio lainnya (embrio 4, 5, 7, 9, 10) akan dibekukan untuk disimpan sebagai cadangan IVF selanjutnya.

Setelah penjelasan oleh dr. Gita tersebut, saya dipersilahkan kembali ke ruang tunggu, istri menuju ruang operasi. Prosesnya sama persis seperti saat tindakan inseminasi, tidak perlu dibius, dan setelah tindakan istri diminta berbaring beberapa saat di tempat tidur. Istri dapat melihat langsung di layar saat kedua embrio tersebut sedang ditempatkan ke dalam rahimnya.

Yang dikeluhkan istri saat tindakan ET ini adalah harus menahan pipis karena kandung kemih harus terisi penuh, berbeda dengan saat tindakan OPU yang malah harus kosong.
foto dua embrio yang sudah berada di dalam rahim istri

Satu jam kemudian istri sudah ditempatkan di tempat tidur berjalan untuk dipindahkan ke kamar rawat inap. Sebagian besar waktu istri dihabiskan dengan berbaring di tempat tidur saja, hanya kalau ingin buang air kecil akan berjalan ke toilet.

Esok harinya (Kamis 10 Nov) dr. Gita visit dan menyatakan kondisi istri baik-baik saja serta sudah diperbolehkan pulang, boleh beraktivitas seperti biasa namun jangan terlalu capek. Kami diminta untuk datang kontrol kembali seminggu kemudian (Rabu 16 Nov).

Obat-obatan yang dibawa pulang untuk digunakan istri yaitu:
Cygest 400 mg (30 tablet)
Medrol 4 mg (30 tablet)
Progynova 2 mg (60 tablet)
Pregnyl 1500 IU (2 buah. yang 1 buah sudah digunakan hari ini)
Lovenox 40 mg/0,4 ml (7 buah).

Selanjutnya kami menuju ke kasir untuk melunasi pembayarannya. Total seluruhnya untuk proses OPU & ET adalah Rp 39,789,805. Dari deposit Rp 30 juta yang kita bayarkan Jumat lalu (4 Nov) kekurangan yang masih harus kami bayarkan untuk pelunasan hari ini sebesar Rp 9,789,805.
kuitansi ET (halaman 1)

kuitansi ET (halaman 2)
Total investasi = Rp 9,789,805 (total biaya Rp 19,441,703 dikurangi sisa deposit Rp 9,651,898) 
Obat-obatan farmasi = Rp 4,286,676
Retur obat-obatan farmasi = Rp -74,719
Sonde intrauterine = Rp 334,746
Jasa rumah sakit cluster = Rp 100,000
Paket ET = Rp 7,000,000
Freezing embryo = Rp 3,000,000
Penyimpanan freezing embryo untuk 6 bulan (Rp 500,000/bulan) = Rp 3,000,000
Kamar rawat inap VIP = Rp 1,500,000
Pengkajian awal asuhan gizi = Rp 45,000
Visit dr. Gita Pratama = Rp 250,000

Sunday, November 6, 2016

IVF: Ovum Pick-Up (h+14)

Minggu 6 November (paska haid hari ke-14) jam 7 pagi kami telah tiba di RSCM Kencana, langsung menuju ke Klinik Yasmin di lantai 4. Karena jatuh pada hari Minggu jadi tempatnya sepi banget sebab sebagian besar petugasnya libur, ternyata hanya kami pasien yang akan tindakan hari ini, jadi dokter dan perawat yang bertugas sengaja datang hanya untuk melayani kami.

Sebelum tindakan OPU, istri harus puasa makan paling akhir sejak jam 1 malam tadi, dan buang air kecil sesaat sebelum tindakan dilakukan.
prosedur sebelum OPU dilakukan
Jam 8 istri sudah dipanggil oleh perawat untuk menuju ruang operasi. Saya hanya diperbolehkan berada di ruang tunggu, lalu lewatlah dr. Gita Pratama yang langsung memperkenalkan dirinya dan menyalami saya serta berdoa semoga proses OPU-nya ini dapat berjalan lancar.

Jam 9 dr. Gita sudah keluar ruangan dan menemui saya, beliau menyampaikan bahwa telah berhasil didapatkan 13 ovum dari istri. Alhamdulillah..
Setelahnya beliau langsung bergegas pergi. Istri masih berbaring di kamar karena kondisinya yang masih setengah sadar.

Jam 9.30 saya diminta perawat untuk mengeluarkan sperma ke dalam wadah tertutup yang diberikannya, disediakan kamar khusus yang cukup luas, ada tempat tidur double bed dilengkapi toilet. Karena ruangannya dingin banget, saya agak kesulitan, namun akhirnya setengah jam kemudian saya telah berhasil menyerahkan wadah berisi sperma ke bagian lab yang tepat berada di samping kamar ini.

Jam 10 istri sudah keluar kamar. Kami disediakan sarapan pagi nasi goreng untuk berdua di ruang tunggu ini. Kebetulan sudah lapar banget karena saya belum sempat sarapan dan istri puasa sejak tadi malam.

Selesai makan, perawat memberikan obat-obatan untuk istri yang dibawa pulang, yaitu:
Cygest 400 mg (10 tablet)
Cefspan 200 mg (10 tablet)
Progynova 2 mg (20 tablet)
Medrol 4 mg (10 tablet)
Duphaston 10 mg (15 tablet).

Selanjutnya kami akan dihubungi oleh pihak Klinik Yasmin saat nanti embrio-nya sudah siap untuk ditransfer, yaitu antara 2 s/d 5 hari lagi. Kami diminta menuju kasir untuk melakukan closing sementara, juga untuk mengetahui berapa sisa uang deposit yang masih ada yaitu sekitar Rp 9,6 juta.

Jam 11 kami sudah pulang, langsung menuju Bintaro untuk mampir ke rumah kakak istri saya, sekaligus tanya-tanya seputar proses IVF karena dulu dia juga mengalami IVF juga. 
kuitansi OPU (halaman 1)
kuitansi OPU (halaman 2)
Total investasi = Rp 20,348,101 (tidak saya hitung karena sudah termasuk deposit sebelumnya) 
Obat-obatan farmasi = Rp 1,748,101
Jasa rumah sakit cluster = Rp 100,000
Paket OPU = Rp 18,500,000

Friday, November 4, 2016

IVF: konsultasi ke-5 (h+12)

Konsultasi berikutnya jatuh pada hari Jumat 4 November (paska haid hari ke-12). Istri kembali diantar driver langganan. Jam 7 pagi sudah tiba di Pramita Matraman untuk tes LH, Estradiol, dan Progesteron.

Lalu jam 9 lewat bertemu dengan dr. Caroline di Omni Pulomas, saat di-USG terlihat beberapa ovum yang berkembang kini berukuran rata-rata 2 cm, jumlahnya ada sekitar 7 yang sudah terlihat lumayan. Sudah sesuai standar ukuran ovum paska haid hari ke-12 di kisaran 2 cm.

Untuk prosedur IVF kali ini (h+12) jam 10 pagi adalah menyuntikkan Gonal-f dosis 300 IU, Pergoveris 150 IU/75 IU, dan Cetrotide. Minum obat Dexamethasone sehari 2x jam 10 pagi dan 22 malam. Dan nanti malam jam 20 menyuntikkan Ovidrel.

Karena di rumah masih ada sedikit sisa Gonal-f yang dari kemasan 1050 IU, dr. Caroline menyarankan untuk menyuntikkan sisanya itu sesampainya di rumah nanti. Ternyata walaupun terlihat tinggal sedikit namun setelah disedot ke takaran suntikan terlihat masih ada sisa 300 IU, jadi Gonal-f yang disuntikkan hari ini totalnya sebanyak 600 IU. Karena saya khawatir takut over dosis, kami menghubungi dr. Caroline dan katanya tidak apa-apa. 

Tidak ada suntikan dan obat-obatan sama sekali untuk hari Sabtu besok (h+13) atau sehari sebelum OPU dilakukan.

Istri dijadwalkan Ovum Pick-Up (OPU) pada hari Minggu 6 November (h+14) jam 8 pagi di Klinik Yasmin yang berada di RSCM Kencana. Dengan rata-rata perkembangan ukuran ovum sekitar 0,2 cm per hari, diharapkan saat OPU nanti ukuran ovumnya sudah sekitar 2,4 cm.

Sepulang dari Omni Pulomas, istri mampir ke Klinik Yasmin di RSCM Kencana untuk menyerahkan surat pengantar IVF dari dr. Caroline untuk dr. Gita Pratama, SpOG, MRepSc. Untuk mendaftar IVF ini diharuskan membayar uang muka sebesar Rp 30 juta, bila ada kelebihan biaya akan dikembalikan setelah proses IVF selesai.

Berkonsultasi juga dengan dokter anestesi membicarakan riwayat medis istri dan prosedur anestesi yang akan dilakukan saat OPU nanti. Setelahnya bertemu perawat yang menjelaskan persiapan yang harus dilakukan sebelum OPU. Jam 13 siang semua urusan sudah beres dan istri pulang ke rumah.

Berikut ini hasil tes lab di Pramita hari ini (h+12):
LH 0,67

Estradiol > 3.000
Progesteron 1,45

hasil tes lab Pramita (h+12)
biaya tes lab Pramita (h+12)
surat pengantar untuk IVF ke Klinik Yasmin
kuitansi DP di Klinik Yasmin untuk proses OPU & ET
Total investasi = Rp 31,215,300
Biaya di rumah sakit Omni Pulomas:
Administrasi rawat jalan = Rp 35,000
Jasa dokter rawat jalan = Rp 400,000

USG transvaginal tanpa print = Rp 179,000
Disposible USG = Rp 1,300


Biaya di Klinik Yasmin:
DP pembayaran OPU & ET = Rp 30,000,000
Jasa rumah sakit cluster = Rp 100,000
Konsultasi dokter anestesi = Rp 350,000

Biaya di luar rumah sakit:
Jasa driver harian = Rp 150,000