Thursday, February 2, 2017

IVF (FET): Frozen Embryo Transfer (h+15)

Hari ini saya cuti demi menemani istri menjalani proses frozen embryo transfer (FET). Jam 12 kami tiba di Klinik Yasmin dan sembari menunggu disediakan makan siang untuk kami berdua. Setelah makan, istri kembali minum air putih yang banyak, karena saat kandung kemih terisi penuh akan memudahkan dokter melihat proses penempatan embrio.

Pada proses embryo transfer sebelumnya (9 Nov 2016), kami sudah makan siang dulu di kantin jadi tidak tahu kalau sebenarnya sudah disediakan makan siang di sini.

Jam 13, suster memanggil kami menuju ke ruangan dalam. Sebelum masuk kami dipakaikan baju khusus operasi, lalu harus melewati ruang unik tertutup untuk diberikan hembusan angin khusus selama 30 detik supaya menjaga kehigienisan ruang di dalamnya.
ruangan berangin supaya higienis
Kami dijelaskan dr. Gita tentang embrio yang akan di-FET. Kami masih ada cadangan 5 embrio beku dengan kualitas good semua. Terpilih embrio nomor 7 dan 9 untuk di-thawing. Setelah di-thawing, kualitas kedua embrio tersebut masih layak. Embrio 7 memiliki 9 sel, dan embrio 9 memiliki 12 sel.
embrio 7 dan embrio 9 sebelum dibekukan (9 Nov 2016)
embrio 7 dan embrio 9 setelah dicairkan (2 Feb 2017)
Setelah penjelasan tersebut, istri menuju ruang tindakan, sementara saya kembali ke ruang tunggu luar.

Sekitar jam 14 lewat, istri sudah kembali ke ruang tunggu. Setelah FET tadi istri hanya berbaring sekitar setengah jam saja. Kami memutuskan tidak menginap setelah tindakan FET ini, karena menurut dokter dan cerita beberapa pengalaman pasangan lain, keberhasilan embrio untuk menempel adalah lebih karena terjaganya tingkat hormon Progesteron istri serta kualitas embrio itu sendiri.
foto dua embrio yang sudah berada di dalam rahim istri
Suster memberikan istri beberapa obat untuk dibawa pulang, jumlahnya cukup untuk dua minggu, yaitu:
Cygest 400 mg (30 buah)
Duphaston 10 mg (45 tablet)

Progynova 2 mg (60 tablet)
Medrol 4 mg (30 tablet)
Lovenox 40 mg/0,4 ml (15 buah).


Istri diminta datang kontrol lagi Kamis depan (9 Feb) untuk tes Progesteron, dan dua minggu lagi (16 Feb) tes Beta-HCG untuk mengetahui kepastian hamil.
kuitansi FET (halaman 1)
kuitansi FET (halaman 2)
Total investasi = Rp 20,302,354
Obat-obatan farmasi = Rp 4,857,607
Jasa rumah sakit cluster = Rp 100,000
FET = Rp 15,000,000
Suntik = Rp 10,000
Sonde intrauterine = Rp 334,746

Wednesday, February 1, 2017

IVF (FET): Konsultasi ke-3 (h+14)

Rabu siang (1 Feb) istri datang sendiri ke RSCM Kencana. Langsung menuju laboratorium untuk diambil darah buat keperluan tes Progesteron.

Setelah menunggu hampir dua jam hasilnya keluar, Progesteron istri nilainya 14,8 ng/mL. Saat konsultasi dengan dr. Gita dijelaskan bahwa hasil Progesteron istri cukup bagus karena nilainya di atas persyaratan yaitu minimal 10 ng/mL.

Istri besok jadi FET dan sudah dibuatkan jadwalnya oleh Klinik Yasmin, tinggal menunggu sms konfirmasi dari admin.

Sore harinya kami menerima sms tersebut yang isinya:
" Siang.. bu a.., ini dari Klinik Yasmin. Hari kamis tgl 2 februari 2017 jam 13 akan dilakukan tindakan ET ya bu. Mohon datang 1 jam sblm tindakan, reg di lt 1, jgn pakai make up, parfum dan deodorant. Pipis terakhir 30 menit sblm tindakan lalu minum air putih lg 1/2 liter dan tahan pipis. Thanks "
hasil tes Progesteron
kuitansi Klinik Yasmin (1 Feb)
Total investasi = Rp 983,000
Jasa rumah sakit cluster = Rp 100,000
Tes Progesteron = Rp 368,000

Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 250,000
USG 2D tanpa print = Rp 135,000
Ongkos taksi online (pergi-pulang) = Rp 130,000

Monday, January 30, 2017

IVF (FET): Konsultasi ke-2 (h+12)

Senin siang (30 Jan) istri datang kontrol sendiri ke Klinik Yasmin, saya sedang tidak bisa menemani.

Saat di-USG dr. Gita terlihat ketebalan dinding rahim istri sudah mencapai 9 mm (batas minimalnya di 8 mm). Juga terlihat kista di indung telur sebelah kanan yang berukuran diameter 1,26 cm x 1,69 cm, namun tidak dilakukan tindakan apapun untuk kista ini karena tidak mengganggu proses FET nanti.
USG melihat kista dan ketebalan dinding rahim
Dr. Gita tidak melihat ukuran sel telur karena istri menggunakan cara medicated FET jadi hanya ketebalan dinding rahimnya saja yang diukur dan sudah sesuai syarat. Istri diresepkan lagi obat Progynova (2x2 tablet/hari) dan ada tambahan obat Cygest (2 buah/hari).

Dr. Gita menjadwalkan istri untuk dilakukan FET hari Kamis 2 Feb (h+15). Sehari sebelum FET (Rabu, 1 Feb) istri diminta datang untuk tes lab Progesteron, bila hasilnya bagus maka FET layak dilanjutkan.
kuitansi Klinik Yasmin (30 Jan)

Total investasi = Rp 1,114,883
Progynova 2 mg (15 tablet) = Rp 98,858

Cygest 400 mg (8 buah) = Rp 331,024
Jasa rumah sakit cluster = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 250,000

USG 2D dengan print = Rp 205,000

Ongkos taksi online (pergi-pulang) = Rp 130,000