Saturday, February 29, 2020

IVF (FET): Kontrol hamil minggu ke-8

Sabtu ini (29 Feb) kami berangkat sehabis Dzuhur karena dr. Gita baru praktek lagi jam 14 dan istri dapat urutan pertama, sebenarnya beliau sudah praktek dari pagi namun siangnya terpotong untuk menghadiri acara pengukuhan profesor.

Tepat jam 14 kurang sedikit kami sudah masuk ke ruangan, hasil USG menunjukkan perkiraan kehamilan istri kini sudah memasuki usia 8 minggu 0 hari dengan ukuran janin sepanjang 1,60 cm.
USG janin usia 8w0d ukuran 1,60 cm (29 Feb 2020)

Karena hasil kontrol kehamilan istri normal dan tidak ada keluhan dari awal hingga kini, jadi dr. Gita membolehkan kami untuk USG dua minggu lagi, kami diresepkan obat buat sampai pertemuan dua minggu lagi, namun karena kami merasa masih kehamilan awal jadi kami inginnya tetap USG seminggu sekali di Sabtu depan (7 Mar).

Obat-obatan yang diresepkan masih sama, yaitu:
Cygest Suppository 400 mg (30 buah) dosis sehari 2x
Duphaston 10 mg (45 tablet) dosis sehari 3x
Progynova 2 mg (45 tablet) dosis sehari 3x
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (7 syringe) dosis 2 hari 1x

Folamil (10 tablet) dosis sehari 1x
Cavit D3 500 mg (10 tablet) dosis sehari 1x

kuitansi Klinik Yasmin (29 Feb 2020) hal 1

kuitansi Klinik Yasmin (29 Feb 2020) hal 2

Total investasi = Rp 3,783,346
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 350,000
USG hamil dengan print = Rp 250,000

Cygest Suppository 400 mg (30 buah) = Rp 919,987

Duphaston 10 mg (45 tablet) = Rp 951,291
Progynova 2 mg (45 tablet) = Rp 440,124
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (7 syringe) = Rp 730,167

Folamil (10 tablet) = Rp 17,952
Cavit D3 500 mg (10 tablet) = Rp 23,825

Saturday, February 22, 2020

IVF (FET): Kontrol hamil minggu ke-7 (h+52)

Sabtu (22 Jan) jam 9.30 kami sudah tiba di Klinik Yasmin lantai 4 RSCM Kencana. Karena hari ini tidak ada tes lab jadi kami bisa datang agak siangan dibanding kontrol sebelumnya. Jadwal dr. Gita hari ini jam 8 pagi dan istri dapat antrian nomor 10. 

Jam 10.30 kami sudah dipanggil masuk, hasil USG semuanya normal, perkiraan kehamilannya memasuki usia 6 minggu 6 hari, dengan ukuran janin sepanjang 0,89 cm, dr. Gita kembali memastikan bahwa kantung janinnya hanya ada 1 dan tidak ada kehamilan kembar.
USG janin usia 6w6d ukuran 0,89 cm (22 Feb 2020)

Kami menanyakan perihal telat sehari suntik Proluton yang 3 hari lalu dan dijelaskan dr. Gita tidak mengapa, selain itu karena istri tidak mengalami flek jadi obat Proluton boleh stop dulu. Obat Lovenox juga diturunkan dosisnya dari sehari 1x menjadi dua hari 1x, dan Progynova diturunkan juga dari 4x sehari menjadi 3x sehari. Suplemen Fetavita, vitamin D3 dan Omega 3 sudah hampir habis jadi diganti dengan suplemen Folamil dan Cavit D3.
instruksi suntik obat Lovenox
Istri diresepkan obat yang sama buat sampai kontrol minggu depan (29 Feb), yaitu:
Cygest Suppository 400 mg (15 buah) dosis sehari 2x
Duphaston 10 mg (25 tablet) dosis sehari 3x
Progynova 2 mg (25 tablet) dosis sehari 3x
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (3 syringe) dosis 2 hari 1x

Folamil (15 tablet) dosis sehari 1x (buat persediaan 2 minggu)
Cavit D3 500 mg (30 tablet) dosis sehari 2x (buat persediaan 2 minggu)

Istri mengeluh suka mual kalau malam, disarankan dr. Gita buat minum jahe hangat dan hasilnya terbukti istri merasa lebih enakan sesudahnya.
kuitansi Klinik Yasmin (22 Feb 2020) hal 1
kuitansi Klinik Yasmin (22 Feb 2020) hal 2
Total investasi = Rp 2,346,363
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 350,000
USG hamil dengan print = Rp 250,000

Cygest Suppository 400 mg (15 buah) = Rp 459,994

Duphaston 10 mg (25 tablet) = Rp 528,495
Progynova 2 mg (25 tablet) = Rp 244,513
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (3 syringe) = Rp 312,929

Folamil (15 tablet) = Rp 28,958
Cavit D3 500 mg (30 tablet) = Rp 71,475

Saturday, February 15, 2020

IVF (FET): Kontrol hamil minggu ke-6 (h+45)

Sabtu pagi (15 Feb) jam 7.30 kami sudah tiba di RSCM Kencana supaya istri bisa langsung dites darah tepat jam 8 pagi saat lab buka. Perjalan tadi lancar banget, cukup 35 menit sudah sampai. Walau belum jam 8 namun Sudah banyak pasien lain yang menaruh formulir lab-nya di meja admin resepsionis, alhasil istri baru dipanggil jam 8.15.

Setelahnya kami menunggu di lantai 4 Klinik Yasmin karena dr. Gita mulai praktek jam 9 dan istri dapat antrian nomor 10. Tanpa menunggu lama, jam 10 kami sudah dipanggil masuk, dr. Gita meng-USG istri dulu karena hasil lab-nya belum tiba.

Alhamdulillah sudah terlihat kantung janin serta detak jantungnya sudah terdeteksi, terlihat isi janinnya ada 1 (dari total 3 embrio yang dimasukkan). Dari hasil USG, perkiraan kehamilannya memasuki usia 6 minggu 0 hari, dengan ukuran janin sepanjang 0,32 cm.
USG janin usia 6w0d ukuran 0,32 cm (15 Feb 2020)

Suster Dini menelepon ke lab untuk menanyakan hasil dan diinfokan kalau Beta HCG istri nilainya 8698,23 mIU/mL dan nilai Progesteron 20,920 ng/mL. Nilai ini tergolong normal karena sesuai prediksi dr. Gita bahwa nilai Beta HCG akan meningkat hingga dua kali lipat setiap 48 jam dari hasil yang sebelumnya.
hasil lab Beta HCG & Progesteron (15 Feb 2020)
Istri tetap diresepkan obat-obatan yang sama, yaitu:
Cygest Suppository 400 mg (15 buah) dosis sehari 2x
Duphaston 10 mg (tidak diresepkan karena masih cukup buat seminggu lagi) dosis sehari 3x
Progynova 2 mg (20 tablet) dosis sehari 4x
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (7 syringe) dosis sehari 1x
Proluton 250 mg (2 buah) untuk disuntik sehari 1x di hari Sabtu ini (15 Feb) dan Rabu besok (19 Feb).
instruksi suntik obat Proluton & Lovenox
Sebelum pulang, istri dibantu suster sini untuk disuntik Proluton, yang biasanya istri disuntik sore namun hari ini pagi kata suster tidak mengapa asal masih di jadwal hari suntiknya. Sembari menunggu di ruang suntik ini, kami terpana menatap foto asal terciptanya bayi yang menarik perhatian kami akan betapa rumit dan ajaibnya proses ini, itu sebabnya foto ini berjudul "The miracle of human life".

gambar berjudul "The miracle of life" di ruang suntik Klinik Yasmin
Setelahnya kami ke bagian lab di lantai 1 untuk mengambil hasil. Jam 12 siang kami sudah pulang ke rumah, enaknya kontrol di hari Sabtu karena tidak terlalu macet saat pergi pulang, hanya sejam kurang dikit kami sudah tiba di rumah.
kuitansi Klinik Yasmin (15 Feb 2020) hal 1
kuitansi Klinik Yasmin (15 Feb 2020) hal 2
kuitansi apotek Megaria Farma (15 Feb 2020)
Rabu (19 Feb) jam 19 malam kami ke Bidan Emmy Tirta untuk dibantu suntik Proluton buat istri, karena bu Emmy sudah tua jadi beliau yang meminta saya mematahkan botol kaca obat Proluton namun cerobohnya bukan hanya patah namun juga remuk, jadi cairannya tidak bisa tersedot maksimal, setelah konsultasi dengan dr. Gita lewat whatsapp, beliau menyarankan besok saja suntiknya, jadi esoknya saya order ulang lagi ke apotek Megaria Farma.
kuitansi apotek Megaria Farma (20 Feb 2020)
kuitansi Klinik Meruya Plaza (20 Feb 2020)
Kamis (16 Feb) jam 19 malam saat kami datang kembali ke Bidan Emmy Tirta sayangnya beliau sedang ke rumah sakit, jadinya kami menuju ke klinik di Meruya Plaza dengan dr. Yulita Theja buat suntik Proluton, dokternya cukup komunikatif dan menyenangkan.

Total investasi = Rp 3,318,198

*Klinik Yasmin. Total = Rp 2,912,198
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 350,000
USG hamil dengan print = Rp 250,000
Suntik = Rp 10,000

Lab (Progesteron) = Rp 368,000
Lab (Beta HCG) = Rp 421,000
Lab (lain-lain) = Rp 7,000

Cygest Suppository 400 mg (15 buah) = Rp 479,160
Progynova 2 mg (20 tablet) = Rp 195,611
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (7 syringe) = Rp 730,167
Alcohol Swab (10 buah) = Rp 1,260

*Apotek Megaria Farma (15 Feb). Total = Rp 170,000
Proluton 250 mg (2 buah) = Rp 160,000
Spuit 3 cc (2 buah) = Rp 9,000
Alcohol Swab (2 buah) = Rp 1,000

*Apotek Megaria Farma (20 Feb). Total = Rp 86,000
Proluton 250 mg = Rp 80,000
Spuit 3 cc = Rp 6,000 

*Klinik Meruya Plaza (20 Feb). Total = Rp 150,000
Biaya dokter = Rp 150,000

Wednesday, February 5, 2020

IVF (FET): Kontrol 2 minggu paska FET (h+35) POSITIF HAMIL

Hari ini saya cuti yang ketiga kalinya di hari Rabu ini (5 Feb) demi menemani istri kontrol ke Klinik Yasmin di RSCM Kencana. Di surat pengantar tes lab kami dijadwalkan jam 8 pagi, namun karena ada beberapa keperluan seperti mengantar Sabia sekolah dulu ditemani eyangnya, jadi kami baru tiba jam 9.40.

Jam 10.25 istri baru dipanggil masuk ke ruang lab untuk diambil darahnya, istri sudah cemas hasilnya kurang akurat karena telat dari jadwal yang seharusnya, namun mbak Widi, admin di bagian resepsionis Klinik Yasmin, menenangkan kalau hasilnya tidak akan jauh berbeda, hanya saja kami diminta datang pagi karena hasil lab-nya baru keluar sekitar 3 jam.

Hari ini dr. Gita baru praktek jam 13.45 dan istri diurutan kelima, jadi kami hanya menunggu saja di lantai 4 Klinik Yasmin ini. Jam 13.30 mbak Widi menyerahkan hasil lab-nya ke kami, kami hanya bisa pasrah dan berserah diri pada Allah apapun hasilnya ini, dan ternyata... ALHAMDULILLAH.. hasil Beta HCG istri nilainya 606,05 mIU/mL yang berarti POSITIF HAMIL.. Progesteron nilainya 16,890 ng/mL sedikit turun dari minggu lalu di angka 20,030 ng/mL.
hasil lab Beta HCG & Progesteron (5 Feb 2020)
Jam 14.30 tiba giliran kami dipanggil masuk ke ruang konsultasi, dr. Gita segera menyalami kami atas berhasilnya kehamilan istri. Istri sedikit cemas karena nilai Progesteron turun, namun dr. Gita menangkan kalau nilai Progesteron memang naik turun, bisa jadi kalau jam sekarang istri dites lagi nilai Progesteron-nya bisa berubah, yang penting nilainya masih di atas 10 ng/mL. Istri diresepkan obat Proluton untuk menjaga tingkat nilai Progesteron-nya, obat-obatan yang lain masih sama dan tetap diteruskan.

Sementara itu untuk nilai Beta HCG yang normal biasanya akan meningkat hingga dua kali lipat setiap 48 jam, jadi diharapkan saat kontrol nanti nilainya sudah jauh lebih tinggi.

Kami diminta datang kontrol lagi minggu depan (Rabu 12 Feb) namun saya minta dimundurkan Sabtu saja (15 Feb) supaya bisa antar istri tanpa perlu cuti lagi, dr. Gita membolehkan serta meresepkan obat-obatannya buat 11 hari ke depan, yaitu:
Cygest Suppository 400 mg (17 buah) dosis sehari 2x
Duphaston 10 mg (33 tablet) dosis sehari 3x
Progynova 2 mg (45 tablet) dosis sehari 4x
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (11 syringe) dosis sehari 1x
Proluton 250 mg (3 buah) untuk disuntik sehari 1x di hari ini, Sabtu besok dan Rabu minggu depan (5, 8 dan 12 Feb)

Saya memesan obat Proluton di apotek Megaria Farma karena tidak tersedia di sini, jadi harus menunggu sebentar buat diantar kurirnya, lalu minta tolong suster buat nyuntik Proluton karena harus intramuskular di bokong.
instruksi suntik obat Proluton

Kami sempat menunggu lama karena ada masalah error di sistem IT sehingga saya kelebihan bayar dan solusinya diretur uang tunai. Jadi baru jam 17 kami balik dari RSCM Kencana, karena menghindari jalur ganjil-genap dan melewati macet sana-sini akhirnya sampai juga di rumah jam 19.20.
kuitansi Klinik Yasmin (5 Feb 2020) hal 1
kuitansi Klinik Yasmin (5 Feb 2020) hal 2
kuitansi apotek Megaria Farma (5 Feb 2020)

Sabtu sore (8 Feb) jadwal istri suntik obat Proluton, awalnya kami ingin datang lagi ke bidan Emmy Tirta karena dulu istri sudah pernah minta tolong disuntik di sini, namun setibanya di sana terlihat rumahnya sepi dan pagarnya tertutup seperti tidak ada tanda-tanda aktivitas pelayanannya lagi. Jadi kami memutuskan ke RSUD Kembangan dengan harapan ada dokter yang bisa dimintai tolong menyuntik obatnya.

Karena sudah jam 18 sore, pelayanan yang masih buka hanya di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD), setelah daftar dan menunggu sekitar setengah jam lebih akhirnya istri dilayani dokter untuk disuntik, dokter jaganya ada 3 orang dan masih muda-muda semua.

Lalu Rabu sore (12 Feb) tiba kembali jadwal suntik obat Proluton berikutnya. Kali ini saya coba telepon dulu ke bidan Emmy Tirta, ternyata jam bukanya sekarang jam 18-19 malam, jadi sepulang kantor saya antarlah istri jam 18.30 ke sana. Bu Emmy yang ramah dan selalu tersenyum, walaupun sudah berusia 72 tahun, namun tetap sigap saat melayani penyuntikan istri.

Total investasi = Rp 4,452,152

*Klinik Yasmin. Total = Rp 4,088,652
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 350,000
Suntik = Rp 20,000

Lab (Progesteron) = Rp 368,000
Lab (Beta HCG) = Rp 421,000
Lab (lain-lain) = Rp 7,000

Cygest Suppository 400 mg (17 buah) = Rp 543,048
Duphaston 10 mg (33 tablet) = Rp 697,613
Progynova 2 mg (45 tablet) = Rp 434,333
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (11 syringe) = Rp 1,147,406
Alcohol Swab (2 buah) = Rp 252

*Apotek Megaria Farma. Total = Rp 253,500
Proluton 250 mg (3 buah) = Rp 240,000
Spuit 3 cc (3 buah) = Rp 12,000
Alcohol Swab (3 buah) = Rp 1,500

*RSUD Kembangan (8 Feb). Total = Rp 60,000
Daftar IGD = Rp 40,000
Biaya suntik = Rp 20,000

*Bidan Emmy Tirta (12 Feb). Total = Rp 50,000
Biaya suntik = Rp 50,000

Wednesday, January 29, 2020

IVF (FET): Kontrol seminggu paska FET (h+28)

Rabu ini (29 Jan) saya cuti lagi demi menemani istri kontrol, jam 9 pagi kami sudah tiba di RSCM Kencana. Parkiran mobil penuh banget seperti biasanya, jadi saya parkir di parkiran gedung bertingkat.

Sekitar jam 9.30 istri baru dipanggil untuk ambil darah di lab lantai dasar sebelah apotek. Jadwal praktek dr. Gita hari ini baru mulai jam 13 siang dan istri dapat nomor urut 3, jadi kami hanya menghabiskan waktu menunggu di lantai 4 Klinik Yasmin saja, sambil sesekali bolak-balik beli cemilan.

Karena dr. Gita telat datang sejam, baru jam 14.20 kami dipanggil masuk ke ruangan. Hasil tes Progesteron istri nilainya 20,030 ng/mL. Angka rujukannya masuk ke dalam "Fase Luteal" dan "Hamil trisemester ke-1", namun dr. Gita menjelaskan karena istri dibantu obat-obatan jadi tidak mengacu ke angka rujukan tersebut yang hanya dipakai untuk cara alami.
hasil lab Progesteron (29 Jan 2020)
Angka minimal tes Progesteron adalah 10 ng/mL dan angka maksimalnya tidak ada, bahkan dulu istri pernah mencapai angka 60 ng/mL waktu pertama kali ET. Bila nilainya di bawah 10 ng/mL dr. Gita akan meresepkan obat suntikan untuk menaikkan nilainya.

Hasil USG abdomen istri terlihat dinding rahimnya sudah setebal 12,5 mm, termasuk normal dan yang penting di atas 10 mm. Kantung janinnya belum terlihat, minggu depan (minggu ke-4) pun baru bisa terdeteksi dari nilai Beta-HCG, setelahnya di minggu ke-5 baru bisa terlihat kantung janinnya.

Istri dijadwalkan kontrol kembali minggu depan (Rabu 5 Jan) sekaligus tes Progesteron lagi serta tes Beta-HCG. Obat-obatan masih cukup sampai minggu depan jadi tidak diresepkan lagi.

Saya menanyakan tentang Corona Virus (2019-nCoV) yang belakangan ini sedang merebak, apakah berpengaruh terhadap janin yang dikandung ibu hamil, dr. Gita menjelaskan saat ini belum ada penelitian tentang itu, namun beliau meredakan kecemasan kami bahwa virus yang menyerang saluran pernapasan ini akan lebih berdampak ke ibu, sementara janin akan tetap aman. Tapi bila sudah parah maka ibu bisa terserang saluran napasnya yang berdampak kurangnya asupan oksigen maupun nutrisi lain ke janin.

Jam 15 kami sudah balik dari RSCM Kencana, jalanan boleh dibilang tidak begitu macet, jadi jam 16.30 sudah tiba di rumah.
kuitansi Klinik Yasmin (29 Jan 2020)

Total investasi = Rp 960,000 
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 350,000
USG 2D tanpa print = Rp 135,000
Lab (Progesteron) = Rp 368,000
Lab (lain-lain) = Rp 7,000

Wednesday, January 22, 2020

IVF (FET): Frozen Embryo Transfer (h+21)

Selasa (21 Jan) kami mendapat whatsapp dari admin Yasmin buat persiapan frozen embryo transfer (FET) besok: "Siang.... Ibu A.. ini dari Klinik Yasmin. Hari Rabu tgl 22/01/2020 jam 14.30 akan dilakukan tindakan FET, jam 13.30 mohon datang & reg di lt. 1, jgn pakai make up, parfum dan deodorant. Pipis terakhir 30 menit sblm tindakan lalu minum air putih lagi 1/2 liter dan tahan pipis. Tidak usah puasa."

Ada beberapa peralatan FET yang Klinik Yasmin beli dari apotek Megaria Farma, jadi saya transfer dulu uangnya hari ini, sedangkan besok pembayaran paket FET-nya akan dikurangi. Setelah saya tanyakan suster, ternyata sudah lama (sekitar setahunan) stok barang tersebut kosong di Klinik Yasmin, sementara proses bayi tabung tetap berjalan, jadi pengadaannya dibantu apotek Megaria Farma dulu.

Rabu (22 Jan) saya cuti demi menemani istri hari ini, Sabia sementara kami titip eyangnya dulu di rumah biar ngga ngerepotin. Jam 12.30 kami jalan, tiba jam 13.30. Ternyata hari biasa parkiran mobilnya penuh banget, weekend masih lebih mendingan, untungnya istri sudah turun duluan di lobby buat registrasi, akhirnya saya memutuskan parkir di parkiran gedung bertingkatnya (biasa disebut parkiran tower RSCM Kencana), yang mana setiap mobil akan diangkat lift otomatis ke slot parkiran yang tersedia.

Jam 14 saya sudah bersama istri di ruangan IVF Klinik Yasmin lantai 4. Di sini AC-nya lebih dingin dibanding ruang tunggu di luar. Istri diminta banyak minum air putih sampai dirasa sudah kebelet mau pipis banget, baru tindakannya akan dimulai, karena kandung kemih yang penuh akan mendorong sehingga rahimnya akan lebih terlihat dan memudahkan dokter untuk memasukkan embrio.

Kami masuk lagi ke dalam ruangan yang lebih dalam, dimana kami harus melewati ruangan khusus yang menghembuskan angin kencang selama 15 detik, suster Afiah yang mengantarkan kami cerita kalau para suster bisa sampai masuk angin karena harus bolak-balik lewat sini. Ruangan transisi berkipas kencang ini khusus untuk menghilangkan debu biar higienis.

ruang transisi berkipas angin kencang
dr. Gita menjelaskan terlebih dahulu kondisi embrio yang sudah di-thawing (dicairkan) tadi pagi, sisa 3 embrio kami ini kondisinya masih bagus, berada pada grade kedua (Good), selevel dibawah grade pertama yang berupa Blastocyst (Excelent).
kondisi embrio sebelum dan sesudah di-thawing

Embrio ini dinamakan embrio nomor 4, 5 dan 10, dimana pembelahan pada embrio 4 ada 9 sel, sementara embrio 5 dan embrio 10 keduanya membelah 7 sel. Keinginan kami sebelumnya yang ingin memasukkan 2 embrio saja dan 1 disimpan lagi buat cadangan, tidak jadi.

Karena dr. Gita menjelaskan embrio yang sudah dicairkan, lalu dibekukan lagi, dan nanti dicairkan lagi, akan bisa merusak kualitasnya. Selain itu karena istri sudah berusia 35 tahun jadi kemungkinan hamil kembarnya semakin kecil, sehingga sarannya dimasukkan 2 atau 3 embrio sekaligus.

Setelah penjelasan tersebut, saya diminta menunggu kembali di luar, dapat makan siang nasi goreng yang sudah disediakan dari tadi. Bismillah.. jam 14.50 istri siap menjalani Embryo Transfer. Selain dr. Gita ada 3 dokter lain yang ikut menemani karena sedang belajar bayi tabung, dan 1 suster jaga. Usai transfer, istri diminta tetap tiduran terlentang dengan posisi kaki lebih tinggi sekitar setengah jam. Jam 15 istri sudah selesai dan kembali ke ruang tunggu, sambil menyantap nasi goreng juga.
foto USG abdomen di rahim istri setelah proses embryo transfer
Habis makan, kami kembali dijelaskan suster Afiah buat obat-obatan yang dibawa pulang, juga istri diajarkan langsung cara menyuntik obat Lovenox dan Ovidrel. Istri diminta datang lagi minggu depan (Kamis 29 Jan) jam 8 pagi untuk ambil darah buat tes Progesteron.

Obat-obatan yang dibawa pulang cukup buat dua minggu, yaitu:
Cygest Suppository 400 mg (30 buah) dosis sehari 2x
Duphaston 10 mg (45 tablet) dosis sehari 3x
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (14 syringe) dosis sehari 1x

Ovidrel Injection 250 mcg/0,5 ml (2 buah) dosis sesuai instruksi
instruksi menyuntik obat Lovenox dan Ovidrel
tips setelah embryo transfer
Jam 17 kami pulang, macet banget perjalan ke rumah, baru sampai jam 19, Sabia menyambut kami dengan ceria karena 9 bulan lagi insya Allah akan segera punya adik.
kuitansi apotek Megaria Farma (22 Jan 2020)
kuitansi Klinik Yasmin (22 Jan 2020) hal 1
kuitansi Klinik Yasmin (22 Jan 2020) hal 2
Total investasi = Rp 20,566,707

*Klinik Yasmin. Total = Rp 17,971,707
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Paket Frozen Embryo Transfer = Rp 12,990,000
Suntik = Rp 20,000

Cygest Suppository 400 mg (30 buah) = Rp 958,320
Duphaston 10 mg (45 tablet) = Rp 951,291
Lovenox Injection 4000 IU/0,4 ml (14 syringe) = Rp 1,460,334
Ovidrel Injection 250 mcg/0,5 ml (2 vial) = Rp 1,486,872
Alat/bahan/obat = Rp 4,890

*Apotek Megaria Farma. Total = Rp 2,595,000
Nuclon icshi dish Rp 54,068
Oosafe = Rp 116,077
Syringe non toxic = Rp 60,000
Jarum ET = Rp 1,210,000
Medium Thawing = Rp 570,000
Progynova 2 mg (60 tablet) = Rp 585,000

Saturday, January 18, 2020

IVF (FET) Konsultasi ke-3 (h+17)

Sabtu (18 Jan) jam 9 pagi kami sudah tiba di Klinik Yasmin, Sabia ikut nemenin juga buat nyemangatin istri. Istri dapat antrian nomor 18 dari sms yang diterimanya kemarin. Jam 10.30 kami sudah dipanggil masuk ruangan, terhitung cepat mungkin karena antrian di depan kami belum pada datang.

Hasil USG menunjukkan hasil yang menggembirakan, saya bisa melihat langsung penjelasan dr. Gita tentang ketebalan tiga lapis rahim yang diceritakan istri sebelumnya, ketebalan rahim istri sekarang sudah mencapai 11 mm, sudah sangat mencukupi dari batas minimal 8 mm. Namun dr. Gita menjelaskan batas ketebalan ini harus berada di kisaran 8-12 mm, kalau kurang atau lebih dari itu malah tidak bagus.

Mulai besok dosis obat Progynova istri diturunkan menjadi 4x sehari. Setelah minum dosis untuk hari ini, sisa obat tinggal 1 tablet lagi, jadi diresepkan tambahan 20 tablet untuk 5 hari ke depan.

Istri diminta segera tes lab untuk mengetahui kadar Estradiol dan Progesteron agar bisa ketahuan apakah tubuh istri sudah siap untuk di-FET atau belum.
Kami segera ke lab di lantai dasar, istri diambil darah jam 11 siang, perkiraan hasil keluar 3 s/d 4 jam, jam 14 sore hasilnya sudah kami terima.

hasil lab Estradiol & Progesteron (18 Jan 2020)

Alhamdulillah.. hasilnya bagus. Nilai Estradiol tinggi dan Progesteron rendah, dr. Gita menjadwalkan FET hari Rabu (22 Jan).
Nilai Estradiol di angka 337,2 pg/mL yang berada di fase "Hamil trisemester ke-1" dan nilai Progesteron di angka 0,284 ng/mL yang berada di fase "Folikular".

Istri diresepkan juga obat Cygest (8 buah) yang dimasukkan ke vagina 2x sehari dan Duphaston (15 tablet) yang diminum 2x sehari. Karena stok obat Progynova lagi kosong, jadi kami pesan ke apotek Megaria Farma.


kuitansi apotek Megaria Farma (18 Jan 2020)
kuitansi Klinik Yasmin (18 Jan 2020) hal 1
kuitansi Klinik Yasmin (18 Jan 2020) hal 2

Total investasi = Rp 2,081,149

*Klinik Yasmin. Total = Rp 1,911,149
Jasa rumah sakit = Rp 100,000
Konsultasi dr. Gita Pratama = Rp 350,000
USG 2D tanpa print = Rp 135,000

Lab (Progesteron) = Rp 368,000
Lab (Estradiol) = Rp 377,000
Lab (lain-lain) = Rp 7,000

Cygest Suppository 400 mg (8 buah) = Rp 255,552
Duphaston 10 mg (15 tablet) = Rp 317,097
Alat/bahan/obat = Rp 1,500

*Apotek Megaria Farma. Total = Rp 197,000
Progynova 2 mg (20 tablet) = Rp 197,000