Saturday, January 31, 2015

Hasil USG setelah treatment Gonal-f 75 IU

Hari ini sudah hari kesebelas haid (h+11), saatnya istri USG ke Omni.

Ini pertama kalinya kami datang di hari Sabtu, sampai sana jam 8.30 langsung daftar di antrian dan dapat nomor 19, seperti yang sudah kami duga hari Sabtu memang ramai sekali.

Saat sudah mau sampai antrian kami, ternyata dokternya ada jadwal visit jam 10, jadi kami harus menunggu lagi. Akhirnya jam 11 kami baru mulai diperiksa.

Harap-harap cemas saat melihat layar USG, akhirnya dokter Caroline memberitahukan kabar gembira bahwa sel telur istri ada dua yang ukurannya sudah membesar normal sekitar 15 mm, satu di indung kanan dan satu di indung kiri, diharapkan dalam beberapa hari ke depan masih bisa membesar lagi sampai matang dan mencapai ukuran standar untuk bisa dibuahi di kisaran 18 mm sampai 25 mm. Walaupun ada juga beberapa sel telur yang berukuran kecil di bawah standar yang terlihat di USG.

Dokter meminta istri untuk menyuntikkan sendiri obat Ovidrel hari Selasa besok jam 7 malam, dan kami dijadwalkan untuk inseminasi hari Kamis depan (h+16) karena hari Senin sampai Rabu dokter Caroline sedang ada dinas keluar.

Total investasi = Rp 556,400
Biaya di rumah sakit:
Jasa dokter rawat jalan = Rp 350,000
Administrasi rawat jalan = Rp 35,000
USG transvaginal tanpa print = Rp 168,000
Disposable USG = Rp 3,400

Thursday, January 22, 2015

Mulai suntik Gonal-f 75 IU & minum Genoclom

Kemarin malam (21 Jan) istri mulai haid, jadi hari Kamis ini (22 Jan) sudah masuk haid hari kedua (h+2) saatnya istri minum obat resep dokter yaitu Genoclom 2x sehari (h+2 s/d h+7) dan suntik Gonal sendiri (h+2 s/d h+9).

Suntik gonal ini cukup sehari sekali dan harus di jam yang sama setiap harinya, tidak ada syarat khusus seperti harus makan dahulu atau tidak. Saya minta istri buat menyuntik jam 8 malam saat saya sudah sampai di rumah supaya bisa ikut menemani.


Karena ini pengalaman pertama kali menyuntik sendiri jadi saya mengajak istri ke tempat praktek bidan dekat rumah, siapa tahu mereka bisa membantu, namun dokter jaganya sudah selesai praktek dan suster jaga yang bertugas di situ cukup kesulitan juga untuk membaca instruksi Gonal ini yang berbahasa Inggris.


Akhirnya kami memutuskan pulang ke rumah dan suntik sendiri. Sebenarnya istri sudah nonton beberapa video tutorial di youtube tentang cara menyuntik Gonal sendiri, istri pun lebih nyaman nyuntik sendiri, jadi saya hanya ikut nemenin di sampingnya. Saya hanya kebagian tugas meracik isi suntikan Gonal itu. Ternyata memang semuanya cukup mudah..


Sangat disarankan menyuntiknya di daerah sekitar pusar karena posisi ini dekat dengan ovarium. Perasaan istri seperti melayang dan seluruh tubuh merasakan hal yang berbeda setelah disuntik, jadi sebaiknya berbaring beberapa saat setelahnya.

Saturday, January 10, 2015

Beli Gonal-f 75 IU & Ovidrel

Weekend ini saya ada waktu luang jalan bareng istri buat hunting obat resep dokter. Kami disarankan ke apotek Megaria Farma di daerah Salemba.

Stok obat yang tersedia saat itu hanya Ovidrel, sedangkan obat Gonal-f stoknya sedang kosong sehingga harus dipesan dahulu. Saya diresepkan dokter Caroline untuk menyuntikkan Gonal-f sebanyak 75 IU per hari selama 8 hari. Suntikan gonal-f ini tersedia yang kemasan 300 IU sehingga bisa dipakai untuk 4 hari, ataupun yang kemasan 75 IU untuk dipakai sehari.

Gonal-f 75 IU
isi dalam kotak Gonal-f 75 IU
Untuk memenuhi dosis 75 IU selama 8 hari, kami ada alternatif membeli yang kemasan 300 IU sebanyak 2 buah atau yang kemasan 75 IU sebanyak 8 buah. Setelah kami tanyakan ternyata untuk yang kemasan 75 IU jatuhnya malah lebih murah dibanding yang kemasan 300 IU, jadi kami memesan yang 75 IU. 

Saya kembali lagi ke sini hari Senin malam, namun pesanan 8 buah Gonal-f saya tinggal tersisa 3 karena sudah keduluan diambil orang, akhirnya baru besok Selasa saya ambil yang 5 buah sisanya. Saya juga membeli kapas alcohol swab buat membersihkan alat suntik dan area kulit yang mau disuntik. 

kapas alkohol sekali pakai
Setiap pembelian Gonal-f ataupun Ovidrel selalu disediakan es buatan agar suhunya tetap terjaga di bawah 25 derajat celcius, setelah sampai di rumah pun harus disimpan di kulkas (bukan di freezer).

Harap diperhatikan buat muslimah yang strict dalam menggunakan produk halal, di kemasan obat Ovidrel ini terdapat catatan "Pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi". Bila anda tidak berkenan menggunakannya harap konsultasikan dengan dokter sebelum dibuatkan resepnya agar bisa diberikan alternatif obat yang lain bila tersedia.

Ovidrel 250 micrograms
Kami sebagai umat muslim awalnya juga was-was ingin menggunakan obat ini, namun kami cukup lega setelah membaca beberapa informasi di internet dijelaskan bahwa ada beberapa fatwa yang membolehkannya dikarenakan kandungan haram tersebut telah berubah dari sifat asalnya (istihalah) dan bisa juga karena kandungan zat haramnya sudah bercampur dengan zat suci lain yang lebih banyak jumlahnya sehingga menghilangkan sifat keharamannya (istihlak).

Total investasi = Rp 5,339,900
1 buah Ovidrel 250 micrograms = Rp 703,600
8 buah Gonal-f 75 IU @ Rp 578,300 = Rp 4,646,400
18 buah alcohol swab @ Rp 550 = Rp 9,900

Wednesday, January 1, 2014

Iway ~ kisah cinta kami

Kisah blog Iway ini berawal dari perkenalan saya dengan seorang gadis di kampus Reformasi yang mana seminggu kemudian akhirnya kita jadian pada 16 April 2006. Banyak suka duka yang telah kami lewati, misalnya kala kita harus pacaran jarak jauh karena saya melanjutkan kuliah S2 di Jogja dan lanjut ikut pertukaran pelajar di Rotterdam.

Selepas lulus kuliah saya diterima bekerja di salah satu sekuritas ternama di Jakarta pada Maret 2011, setelah melewati masa percobaan 6 bulan akhirnya saya pun diangkat menjadi pegawai tetap pada Agustus 2011. Selanjutnya saya melamar dia dan kami merencanakan pernikahan di akhir tahun, waktu persiapan hanya tersisa 4 bulan namun semuanya dapat berjalan lancar.

Akhirnya kami pun memulai hidup baru sebagai sepasang suami istri dengan menikah pada 4 Desember 2011. Sebelum menikah kami melakukan medical check-up pranikah untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi kami. Hasilnya, saya normal dan istri diketahui dulu pernah terkena virus toksoplasma namun sekarang sudah sembuh dan sudah hilang, yang menurut dokter sembuhnya bukan karena minum obat melainkan karena pengaruh daya tahan tubuh istri sendiri. Kami berdua memang penyayang kucing, namun kami tidak sepenuhnya menyalahkan kucing sebagai penyebab toksoplasma.

Singkat cerita, setelah setahun menikah kami belum diberikan keturunan, akhirnya pada akhir 2012 kami datang mengecek ke dokter kandungan di RS Hermina Galaxy dengan dr. Bayu Widianto SpOG. Dokter menyarankan kami berdua di tes. Hasilnya, istri normal dan berdasarkan hasil HSG-nya adalah kedua tuba paten. Sementara hasil saya buruk, analisa sperma saya adalah Oligo Astheno Teratozoospermia, sperma saya memiliki tiga kondisi tidak normal yaitu:
1) oligozoospermia (kelainan jumlah sperma) berarti jumlah sperma kurang dari 20jt/ml
2) asthenozoospermia (kelainan gerak sperma) berarti sperma yang bergerak normal (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat) kurang dari 50%
3) teratozoospermia (kelainan bentuk sperma) berarti sperma yang berbentuk normal (ada kepala, badan, dan ekor) kurang dari 30%.

Saya diresepkan 3 jenis obat yang harus dikonsumsi selama 3 bulan ke depan untuk mengobati masing-masing masalah tersebut yaitu Tribestan, Profertil, dan Infelon. Total biaya untuk ketiga resep obat selama 3 bulan itu sekitar 3 juta sekian. Namun hasilnya setelah saya kembali dites 3 bulan kemudian adalah Normozoospermia yang artinya kondisi sperma saya sudah normal.

Kami lalu mencoba cara alami dengan berhubungan pada saat istri subur namun beberapa bulan lamanya belum juga berhasil. Kami datang kembali ke RS Hermina Galaxy, kali ini istri mau memilih dokter wanita supaya tidak risih bila harus diperiksa, kami menemui dr. Rahayuning Indit Pramesti SpOG. Istri diresepkan obat Profertil. Beberapa bulan mencoba namun tetap belum berhasil.

Kami pun pindah ke RS Bunda, konsultasi dengan dr. Anggia Melanie Lubis SpOG, kembali diresepkan obat Profertil. Kami hanya berkonsultasi sekitar 4 kali pertemuan saja karena selain jaraknya jauh dengan rumah kami di Bekasi, namun juga mahal biayanya.

Atas saran teman yang sudah berhasil hamil, kami diminta datang ke RS Asih di Panglima Polim, berkonsultasi dengan dr. R. Bagus Ontowirjo Harjo Pamenang SpOG atau biasa dipanggil dr. Onto. Dokter ini cukup sepuh karena kelahiran tahun 1950, suka bercanda dan enak diajak ngobrol. Namun juga bisa galak, karena kami waktu itu diminta membeli resep obat Profertil namun karena saya mau hemat malah beli obat Fensipros yang isi kandungannya sama yaitu Clophimene citrate 50 mg.

Kami sempat lama berkonsultasi dengan dokter ini, mungkin sekitar 5 kali siklus haid istri.
Istri diminta minum Profertil selama 3 bulan untuk dihitung berapa lama siklus haid istri dan ditentukan kapan masa subur istri. Saat 2 bulan pertama istri mengonsumsi Profertil belum membuahkan hasil, namun saat siklus ketiga sempat terganggu karena istri terkena sakit demam berdarah. Terpaksa kami harus mengulang lagi dari pertama.
Kali ini istri telah minum Profertil sampai melewati 3 kali siklus namun karena belum hamil juga, saat istri haid kami harus datang kontrol ketemu dr. Onto, namun karena saat itu bertepatan dengan libur Lebaran, dr. Onto tidak bisa ditemui dan hanya bisa menyarankan kami untuk kembali mulai dari siklus awal lagi. Dari sini kami benar-benar kesal karena hanya tidak bisa bertemu konsultasi terpaksa harus mulai lagi dari awal sementara waktu dan biaya sudah banyak habis.

Akhirnya kami sempat vakum sebentar konsultasi dengan dokter medis. Ada teman yang menyarankan kami datang ke pengobatan alternatif karena teman saya itu sendiri sudah berhasil mencobanya, istrinya hamil anak kedua setelah kelahiran anak pertamanya 10 tahun yang lalu. Jadilah kami datang ke Bidan Murni yang berada di Tajur Bogor. Ibu Murni yang membuka praktek di rumahnya sendiri ini merupakan ahli Reiki yang menggunakan tenaga dalam untuk mendeteksi dan mengobati penyakit pasiennya.

Pasangan suami istri yang baru pertama kali datang ke sini akan dites terlebih dahulu olehnya, Bu Murni akan meletakkan tangannya di depan perut istri dan dia akan bersendawa yang menunjukkan bahwa istri masih ada kemungkinan hamil dengan bantuan darinya.
Uniknya Bu Murni meresepkan kami obat yang harus kami beli dan olah sendiri, seperti sayur-sayuran dan makanan bergizi lainnya. Biaya pengobatannya pun seikhlasnya tanpa dipatok tarif tertentu.
Ada satu hal yang harus kami lakukan yaitu saat masa subur istri, kami harus berhubungan intim selama 7 hari berturut-turut, namun karena kesibukan saya yang melelahkan, kami sempat bolong dalam memenuhi syarat ini.

Karena masih belum berhasil, kami berencana mengambil program kehamilan di RS Omni Pulomas, atas saran teman saya yang meminta kami berkonsultasi dengan dr. Caroline Tirtajasa, SpOG(K). Gelar tambahan K dinamanya adalah singkatan dari Konsultan, dimana dokter ini enak diajak berdiskusi seputar kesehatan reproduksi pasiennya, sesuai dengan apa yang kami rasakan setiap berkonsultasi dengannya.
Saya dites sperma dengan hasil Normozoospermia. Istri kembali diminta cek HSG dengan hasil kedua tuba paten, dan juga beberapa tes laboratorium yaitu CA-125, LH, FSH, Prolaktin, dan AMH. Dari hasil tes lab dan beberapa catatan medis sebelumnya, dr. Caroline bisa menyimpulkan bahwa istri ada PCOS atau Polycystic ovarian syndrome dimana hormon estrogen dan progesteron tidak seimbang sehingga mengakibatkan sel telur tidak dapat berkembang normal untuk dapat dibuahi.

Kami diresepkan tiga jenis obat: Eturol, Tonicard, dan Asam Folat, yang harus kami berdua konsumsi selama 3 bulan dan berhubungan intim secara alami. Karena belum berhasil, memasuki bulan keempat atau siklus haid istri yang keempat, istri diresepkan obat Profertil. Di hari kesebelas setelah haid (h+11) istri di-USG untuk dilihat ukuran sel telurnya, hasilnya masih kecil dibawah ukuran normal.
Istri kembali diresepkan obat Femara untuk memacu pembesaran sel telur, namun masih belum berhasil.
Di siklus berikutnya, istri diresepkan obat yang lebih kuat lagi yaitu Gonal-f 75 IU, setelah dilihat melalui USG ternyata obat ini berhasil membesarkan sel telur istri sehingga kami mencoba untuk inseminasi.

Demikian sekilas info di awal blog ini, cerita berikutnya dapat kalian ikuti di catatan kami selanjutnya.

Selamat membaca :)

Thursday, October 13, 2011

Sepedaan di Jalur Pipa Gas

Semenjak beli sepeda gunung baru beberapa bulan yang lalu, saya mulai kembali merasakan nikmatnya berolahraga sekaligus wisata.

Dalam seminggu sebisa mungkin saya menyempatkan diri untuk bersepeda di akhir pekan, tempat yang biasa saya datangi adalah daerah Sudirman - Thamrin di hari minggu pagi karena biasanya jalanan tersebut ditutup untuk kegiatan "car free day" yang banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk sepedaan.

Selain itu juga biasanya saya sepedaan di Jalur Pipa Gas (JPG) dan Taman Kota 2 (Tako 2) yang berada di daerah Serpong.

Trek sepeda yang akan saya bahas kali ini adalah Jalur Pipa Gas, kenapa disebut demikian karena memang di bawah tanahnya tertanam pipa gas milik negara. Jalur yang dilalui membutuhkan teknik dan skill khusus karena medannya off road di tanah yang memiliki kontur naik turun sepanjang kurang lebih 7 km.

Berikut ini foto kondisi medan off road yang saya lalui..


Waktu terbaik untuk main sepedaan di JPG adalah pagi hari karena bila sudah lewat jam 10 akan sangat menghauskan sekali karena teriknya sinar matahari dan sebagian besar trek yang merupakan alam terbuka. Selain itu bisa juga mulai dari sore hari jam 16 sampai menjelang maghrib.

Helm merupakan peralatan wajib yang harus dikenakan sebelum masuk trek ini karena banyak melewati tanjakan dan turunan curam. Salah satu ikon JPG adalah "Roller Coaster" seperti gambar di bawah ini..


Sesuai dengan namanya, Roller Coaster (RC) merupakan turunan curam yang langsung dilanjutkan dengan tanjakan tajam dengan ketinggian dari puncak sampai dasarnya sekitar 7 meter. Untuk bisa melewatinya perlu teknik khusus dan juga keberanian mencoba, walaupun kelihatannya sulit namun begitu tahu triknya maka anda akan ketagihan untuk mencobanya berkali-kali.

Sekian dulu cerita untuk hari ini, ulasan lainnya akan saya lanjutkan di postingan berikutnya.
Salam gowes..